Senin, 28 Juli 2008

Karunia-Mu

Alasan apakah yang membuat seseorang berhak menilai bahagia atau tidaknya seseorang?

Kutuliskan ini untuk mengungkapkan betapa besarnya syukurku atas karunia yang Allah berikan padaku…

Saat seseorang menilai hidupku, saat seseorang menilai bahagiaku, aku tersenyum…entah apa yang dia fikirkan.
Saat seseorang menilai aku takabur atas apa yang kutulis selama ini,aku tersenyum…entah apa yang dia fikirkan.

Ketika kuceritakan seseorang yang menilai kebahagianku dengan cara yang menyakitkan pada lelaki sederhanaku, dia tersenyum…entah apa yang dia fikirkan.

Malamnya…
Lelaki sederhanaku mengatakan sebuah kalimat yang membuatku terpaku…

“ Istriku sayang…Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda dan memiliki kesenangan yang juga berbeda. Ketika dua hal ini disatukan, yang hadir adalah rasa bahagia. Aku percaya setiap manusia dianugerahi kondisi terbaik oleh Allah, karena Allah Maha Adil, Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba Nya.
Andai seseorang yang telah beraninya menilai kondisi kamu sekarang, mengetahui hal ini tentu dia dapat meredam penyakit hati seperti, suuzhon atau berburuk sangka.
Aku minta kamu jangan berani menilai kebahagian seseorang, apakah dia bahagia atau tidak. Itu bukan kewenangan kita. Kita doakan setiap yang kita kenal, setiap yang pernah singgah dalam hidup kita,mendapat kebahagiaan… “

Hening…

“Mas ga marah sama dia?”
Lelaki sederhanaku menggeleng
“Kenapa?”
“Karena kita tidak berhak menilai dia, cukup Allah yang menilainya,kemudian memberi hasilnya, Kamu ngertikan yang?”
“Sedikit…kalau aku sakit hati boleh?”
Lelaki sederhanaku tersenyum
“Boleh mas?”
“Boleh, tapi sedikit aja,biar mudah ngapusnya”
“Kalau gitu dikiiiiittt aja deh sakit hatinya”
Lelaki sederhanaku tersenyum lebar…

Selalu..selalu saja sikap dan cara pandangnya yang sederhana membuat lelaki sederhana itu makin istimewa dihatiku…

Bahagia macam apa lagi yang aku tuntut dari Nya?
Betapa banyak nikmat yang Dia limpahkan..
Dan betapa banyak curahan bahagia yang Dia cucurkan…

Pantaskah aku mengatakan aku tidak bahagia?
Dan pantaskah kau mengatakan aku tidak bahagia?

25 Rajab 1429 H

Tidak ada komentar: