Senin, 21 Juli 2008

Serpihan kata dari hati untuk sahabat

Selama masih hidup di tengah karunia Allah,
selama Anda masih bernaung di belantara milik Allah,
hanya dua hal yang harus Anda kerjakan,
tentramkan akal jiwamu dan terbanglah bebas di udara. (khalil Gibran)

Izinkan aku menuliskan ini untukmu sahabatku….

Sulit untukku membuka luka lama. Demi melihat engkau yang dirundung duka karena hati terpecah menjadi serpihan, kubuka lagi luka lama ini, agar menjadi perekat hatimu yang retak,walaupun merekat tak sempurna, tapi kupastikan,kamu tidak sendiri…..

Sahabat terbaikku…
Saat kau menangis tersedu di ujung telfon, mengabarkan segala perih yang kau rasa, aku pun seperti membuka kembali luka lama itu. Maafkan aku yang tidak mampu berkata2 saat kau menceritakan tentang seorang lelaki yang telah membuat hatimu hanncur berkeping. Bukan karena aku tak peduli,bukan…, tapi karena aku kembali merasakan betapa sakitnya luka itu…

Sahabatku tersayang….
Percayalah dia bukan yang terbaik untumu. Mungkin saat ini hanya dia yang masih engkau pikirkan, yang masih kau tangisi.Hentikan! hentikan! Dia hanya seorang lelaki pengecut yang tidak berhak mendapatkan cinta dan sayangmu yang begitu tulus. Jangan pernah kau menyalahkan dirimu atas sikapnya yang pengecut. Jika dia sungguh2 mencintaimu, dia tidak akan menyakiti hatimu. Biarkan dia dengan perempuan yang keji,bukankah suatu kekejian jika seorang perempuan tertawa diatas tangis perempuan yang lain??!!...Kupastiakn dia bukanlah perempuan yang terhormat,karena dengan pesona perempuannya yang liar telah menggoda hati lelaki yang kau cintai. Dan kupastikan dia bukan lelaki yang terhormat karena telah membuka pintu hatinya untuk dimasuki perempuan lain selain engkau.

Teman terbaikku..
Bukankah kau pernah melihat aku begitu hancur? Begitu rapuh? Aku harap kau tidak menjelma menjadi aku yang dulu hancur dan rapuh. Percayalah…akan datang masanya dimana dia akan mendapatkan balasan atas apa yang pernah dia lakukan padamu. Akupun masih terus menungu balasan itu datang atas dirinya….aku masih terus bersabar…dan kuharap kaupun bersabar. Aku tahu tidak mudah untuk melupakan segala kenangan, tapi yakinlah waktu akan menggerusnya dengan cepat.

Sahabatku…
Yakinlah,lelaki yang akan datang padamu kelak adalah laki2 yang lebih baik dari dia. Tidak perlu terlalu lama meratapi perpisahan. Jangan biarkan lelaki pengecut itu menjadi besar kepala dengan tangisanmu yang tiada akhir. Tunjukkan pada dia, bahwa tanpanya disisi mu, kau bisa berdiri tegak menyongsong hari.

Sahabat…
Maafkan aku jika terlalu kasar dalam mengungkapkan tentang laki2 yang kau cintai...tapi sekali lagi kupastikan, dia tidak layak engkau cintai! Maafkan aku..ini kuungkapkan karena aku menyayangimu…

“Jika Allah menimpakan suatu kejelekan padamu, maka tidak akan ada yang mampu menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya.Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang dikehendakinya diantara para hamba-Nya. Dan Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” ( Surat Yunus : 107 )

Wallahuallam Bisowab….

Pembayun #1, 21 Juli 08

Yang selalu mendoakanmu…

=kiki Gumilang=

Tidak ada komentar: